Hari 3
Memanfaatkan Instagram Untuk Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Untuk memanfaatkan Instagram sebagai media untuk mendapatkan penghasilan tambahan, maka kamu harus menentukan dulu Akun Instagram yang kamu buat akan digunakan untuk apa.

Menentukan tujuan di awal membuat kamu lebih mudah dalam mengatur konten yang akan kamu upload nantinya.

Dengan menentukan konten yang tepat, maka akun Instagram yang akan memfollow akunmu akan lebih tertarget dan tepat sasaran.

Jadi, semuanya di konsep dari awal.

Membuat Konsep Akun Instagram

Kebanyakan orang membuat akun Instagram hanya untuk berbagi konten saja. Padahal kalo kamu tau potensinya, Instagram juga bisa membuat kamu menghasilkan uang.

Kamu pasti sering menjumpai akun Instagram yang selalu upload konten setiap hari.

Bukan hanya mengupload konten, tapi juga aktif membagikan sesuatu yang bermanfaat untuk followernya.

1. Akun Instagram Untuk Berbagi

Nah, konsep ini sering digunakan oleh akun publik, artis, pebisnis, selebgram, dsb.

Jika kamu perhatikan, biasanya akun Instagram mereka tidak terlalu tertata dengan baik dan terkesan berantakan.

Jangan heran dulu, karena itulah konsep yang mereka lakukan.

Tapi coba lihat, follower nya malah semakin banyak.

Karena follower merasa mendapatkan manfaat dari akun Instagram mereka.

2. Akun Instagram Untuk Portofolio

Ada juga beberapa akun Instagram yang menggunakannya untuk mengumpulkan berbagai hasil karyanya.

Hasil karya merupakan sebuah portofolio.

Dan biasanya mereka sangat menjaga kerapian feed Instagramnya agar terlihat menarik.

Beberapa contoh akun Instagram yang digunakan untuk menampilkan Portfolio :

3. Akun Instagram Untuk Katalog Produk

Jika kamu berencana berbisnis di Toko Online, kamu bisa menggunakan Instagram sebagai sarana jualannya.

Sudah banyak pemilik toko online yang memanfaatkan Instagram untuk menampilkan katalog produknya.

Jika kamu memilih konsep ini, maka kamu tidak bisa sembarangan upload konten begitu saja.

Konten yang kamu upload tentunya harus menarik dan enak dilihat.

Namanya juga barang dagangan, maka kamu harus upload foto yang bagus donk.

Kalo gak bagus, nanti follower gak minat dengan produk yang kamu tawarkan.

Beberapa contoh akun Instagram yang digunakan untuk menampilkan katalog produk :

Funneling di Instagram

Jika kamu ingin terjun ke bisnis online, maka kamu akan sering mendengar istilah ini.

Funneling adalah sebuah alur atau proses bisnis yang diatur oleh pemilik bisnis untuk mendapatkan hasil penjualan yang maksimalkan.

Funneling biasanya digambarkan dengan sebuah corong yang bagian atasnya lebar dan menyempit kebawah.

Penyempitan ini biasanya terjadi karena adanya filtering traffic ( pengunjung ) yang masuk.

Traffic adalah jumlah banyaknya orang yang melihat postingan maupun yang mengunjungi akun Instagram kamu. Tanpa traffic segala sesuatu yang kamu posting akan menjadi sia-sia.

Ibaratnya kamu memiliki sebuah toko yang mempunyai dekorasi yang sangat menarik serta produk yang dipajang dan siap dijual namun sepi traffic.

Nah, banyaknya Traffic disini bertujuan untuk mendatangkan calon pembeli produk ataupun jasa yang akan kamu tawarkan melalui Instagram.

Dalam dunia internet marketing ada 3 jenis temperature traffic yaitu cold traffic, warm traffic dan hot traffic.

Beda temperature traffic, beda juga konten yang akan kita tampilkan ke mereka. 

Mari kita bahas satu per satu.

1. Cold Traffic

Ini adalah sebuah istilah bagi mereka yang belum tahu apalagi tertarik dengan produk kita.

Di fase ini, market belum mengetahui tentang produk kita sama sekali. Di fase ini, sangat tidak disarankan kamu langsung menawarkan sebuah produk kepada mereka.

Di fase ini kita hanya perlu memperkenalkan diri dulu untuk saling kenal.

Aktifitas utama dalam tahap ini adalah membangun awareness market atas produk.

Sebuah aktifitas yang tujuannya membuat pasar mengetahui siapa kita dan apa produk yang ingin kita jual.

2. Warm Traffic

Di fase ini sebagian dari Cold Traffic mulai bergerak menjadi Warm Traffic, dari yang semula dingin mulai menjadi hangat. 

Market mulai mengenal kamu dan produk apa yang akan kamu tawarkan serta berbagai benefit dan informasi pendukung lainnya.

Di fase ini, komunikasi dengan market akan terjalin lebih terbuka dan intens.

Market akan mulai bertanya-tanya mengenai produk kamu.

Misal harga, spesifikasi sampai dengan kualitas.

3. Hot Traffic

Setelah Warm Traffic yang terus menerus mendapatkan edukasi, besar kemungkinan mereka akan menjadi Hot Traffic, yaitu bagian market yang siap membeli produk kita dengan senang hati.

Hot Traffic merupakan bagian dari target pasar yang sudah memutuskan untuk membeli produk atau jasa kita.

Mereka mulai memahami bahwa produk yang kita jual memiliki nilai dan memang layak untuk mereka beli.